Gerakan Santri Menulis 2026 - ALSTE Indonesia Institute

ALSTE Indonesia Dorong Santri Melek Media di GSM ke-32, Siapkan Generasi Kreatif Menuju Indonesia 2045

SEMARANG, suaramerdeka.com – ALSTE Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) ke-32 tahun 2026 yang diinisiasi oleh Suara Merdeka Network (SMN).

Kegiatan yang digelar sepanjang Ramadan itu menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong santri aktif memproduksi konten media sosial yang edukatif dan inspiratif.

Sekretaris Jenderal ALSTE Indonesia Dewi Nur Cahyaningsih, menyampaikan, kehadiran ALSTE Indonesia dalam GSM merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hari ini kami hadir sebagai mitra dalam Gerakan Santri Menulis untuk memberikan edukasi terkait media dan sarana viralitas ilmu.

Melalui ALSTE Indonesia Institute, kami ingin membekali para santri dengan kemampuan produksi konten yang bermanfaat,” ujarnya saat pembukaan GSM di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng, Semarang, Sabtu (21/2/2026).

Gerakan Santri Menulis 2026 - ALSTE Indonesia Institute (Opening)
Foto 1. Acara Pembukaan Gerakan Santri Menulis ke-32 bersama dengan Suara Merdeka Network

Ia menjelaskan, ALSTE Indonesia merupakan jejaring alumni SMA Negeri 3 Semarang dengan lintas angkatan, mulai dari alumni tahun 1960-an hingga 2025.
Melalui program ALSTE Indonesia Connection, organisasi ini memiliki jaringan profesional luas yang dapat diberdayakan untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Salah satu wujud kontribusi tersebut adalah keterlibatan dalam GSM yang tahun ini digelar di 18 titik pondok pesantren di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dewi mengajak para alumni di berbagai wilayah untuk turut ambil bagian selama Ramadan.

“Kami mengajak rekan-rekan alumni di berbagai daerah untuk ikut bergabung dan memberikan kontribusi di bulan Ramadan ini.

Harapannya, kegiatan ini menjadi amal jariyah sekaligus bekal bagi para santri untuk menatap masa depan dan mendukung visi Indonesia 2045,” jelasnya.

Pengenalan ALSTE Indonesia Institute

Foto 2. Penyampaian Materi Bertopik “Media Sarana Viralitas Ilmu” pada Gerakan Santri Menulis ke-32 bersama dengan Suara Merdeka Network

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan sekaligus Koordinator ALSTE Indonesia Institute, Cahyo Seftyono, menegaskan, kontribusi ALSTE Indonesia berlandaskan pada pengetahuan dan keilmuan.

Melalui bidang Litbang, organisasi ini mengoneksikan akademisi dan praktisi alumni SMA Negeri 3 Semarang yang tersebar di tingkat lokal, nasional, hingga global.

“Momentum ini sejalan dengan harapan kami bahwa kontribusi ALSTE Indonesia harus berbasis ilmu.

Dalam kegiatan produksi konten media ini, kami ingin memperkenalkan bagaimana ilmu, termasuk ilmu keagamaan yang kuat di pesantren, dapat dikemas secara menarik, tidak kaku, dan mudah dinikmati masyarakat luas,” terangnya.

Pada pertemuan perdana, materi yang diberikan meliputi pemanfaatan media sebagai sarana penyebaran ilmu lintas disiplin.
Para santri didorong untuk mampu mengemas pesan keagamaan dan pengetahuan umum menjadi konten kreatif yang dapat dibagikan melalui media sosial.

Ke depan, ALSTE Indonesia berharap kolaborasi dengan tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, melainkan berlanjut dalam program-program terpadu lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan, tidak hanya di pondok pesantren dan tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia,” tegas Cahyo.

MUNAS V ALSTE Indonesia 2025

Tepilih sebagai Ketua Umum, Kukrit SW Ajak Alste Indonesia Semakin Solid di Tahun 2025-2028

SEMARANG, suaramerdeka.com Musyawarah Nasional (Munas) V Alumni SMA Negeri 3 Semarang (Alste) Indonesia memberikan amanat kepada Kukrit Suryo Wicaksono sebagai Ketua Umum ALSTE Indonesia periode 2025-2028.

Dalam Munas yang berlangsung di Ruang Multimedia SMA 3 tersebut, juga terpilih sebagai Ketua Harian Dipa Yustia Pasa (Alste 2000) dan Sekretaris Umum Dewi Nur (Alste 2013).

Seusai terpilih sebagai ketua umum, Kukrit SW yang merupakan Alste 1993 menyiapkan sejumlah agenda untuk menciptakan keguyuban alumni semua angkatan.

”Ini bukan akhir pencapaian, ini awal perjuangan kita bersama untuk membuat ALSTE Indonesia semakin besar dan solid,” tandas Kukrit yang merupakan CEO Suara Merdeka Network tersebut, Minggu (7/12/2025) sore.

Kukrit menegaskan, Munas ke-5 tersebut dinilai luar biasa karena diikuti alumni SMAN 3 Semarang mulai 1962 hingga 2025.

Dalam sambutannya, Kukrit SW menyampaikan, pernah bertemu Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani.

”Saat menyambut beliau, saya sampaikan, bahwa saya Wakil Ketua Kadin Indonesia. Saya Alste 1993.”

”Begitu saya menyebut kata Alste, Bu Sri Mulyani langsung bertanya, lho Alste ya, Mas. Piye kabare, apa kegiatan Alste? Bu Ani berhenti lama bicara dengan saya hanya karena saya menyebut ALSTE Indonesia,” tuturnya.

Bicara soal ALSTE Indonesia, lanjut Kukrit, ALSTE Indonesia harus solid dan bermanfaat untuk semua. Apa manfaat ALSTE Indonesia?

”Sedulure akeh. Insyaallah usaha apapun jika temannya banyak, maka banyak pula yang nulungi,” ungkap Kukrit.

Ditegaskan, ALSTE Indonesia adalah organsiasi aspirasi. ”Karena itu, di Alste jangan cari kepentingan politik, jangan cari cuan, atau cari proyek, gak ada. Yang ada adalah sedulur, kebersamaan, dan kolaborasi membawa manfaat untuk kita semua,” tegasnya.

Program Kerja

MUNAS V ALSTE Indonesia 2025
Foto 1. Mas Kukrit SW menyampaikan program kerja jika terpilih sebagai Ketua Umum ALSTE Indonesia

Pada tahun pertama kepengurusannya, Kukrit segera meluncurkan aplikasi Go-Alste yang bisa diakses gratis.

Aplikasi tersebut untuk mengetahui kegiatan seluruh perwakilan generasi Alste.
Selain itu, bisa melihat profil usaha yang dimiliki Alste seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.

”Jaringan Alste jumlahnya 100 ribu lebih. Kita bisa bantu korban musibah bencana di Sumatera misalnya, bisa pakai aplikasi ini,” kata Kukrit.

Selajutnya, Alste di luar juga harus berkibar. BUMN dan Perbankan harus tahu keberadaan ALSTE Indonesia.

Pada tahun kedua, lanjut Kukrit, Alste bisa bikin acara di luar atau event eksternal karena orang sudah mengenal Alste dengan baik.

Ketua panitia, Danang Adi Nugroho mengatakan, Munas ALSTE Indonesia digelar bersamaan dengan Bodjong Festival 2025.

Agenda Munas V ini, juga diisi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2022-2025.

Acara Munas dihadiri oleh perwakilan seluruh angkatan, perwakilan Alste Wilayah (Yogyakarta dan Jakarta Raya) serta tamu undangan.

Dijelaskan, Alste adalah wadah resmi untuk Alumni SMA Negeri 3 Semarang dari berbagai angkatan.

Bertujuan mempererat kekeluargaan, memfasilitasi pengembangan diri, serta berkontribusi untuk almamater, masyarakat, bangsa, dan negara.

”Organisasi ini bersifat kekeluargaan, independen, non-profit, dan mempersatukan lulusan dari seluruh penjuru dunia dengan semangat almamater yang sama,” tegasnya.