58625860-bda8-4c11-9a98-5ea4c00c1914

Dari Kritik Rute hingga Arem-Arem Perdamaian, Walking Alste Perdana 2026 Penuh Cerita

Semarang — Komunitas alumni SMA 3 Semarang yang tergabung dalam Alste Indonesia kembali menghadirkan kegiatan yang mempererat kebersamaan lintas generasi melalui program Alste Walking Enthusiast, yang diinisiasi oleh Bidang Event dan Olahraga serta dikoordinir oleh Denditya (Alste 2002).

Kegiatan perdana ini diikuti oleh sekitar 60 peserta dari berbagai angkatan, mulai dari alumni senior hingga generasi muda. Dengan rute menyusuri kawasan Kota Semarang, para peserta menikmati suasana jalan santai yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menghidupkan kembali koneksi antar alumni.

Suasana semakin hidup dengan berbagai momen spontan di lapangan. Sempat terjadi “insiden kecil” salah rute yang justru menjadi bahan candaan sepanjang perjalanan. Koordinator kegiatan, Denditya, tampil total dengan kostum hiking lengkap dan sempritan di tangan—membuat perannya di lapangan terasa di antara “pengatur rombongan” dan “tukang parkir”, yang justru menambah warna dan gelak tawa peserta. Di sisi lain, Ketua Bidang Event dan Olahraga, Indra Ashoka, juga tak kalah mencuri perhatian karena “niat banget” membawa putranya—yang kemudian tanpa banyak pilihan resmi didapuk menjadi tukang foto dadakan, mengabadikan momen demi momen kebersamaan para peserta.

Ketua Harian Alste Indonesia, Dipa Yustia (Alste 2000), juga tak luput dari bahan bully-an khas alumni. Ia datang sedikit terlambat dan memilih “nongkrong dulu” di titik finis—pos satpam—sembari membawa arem-arem sebagai bentuk permintaan maaf. Momen ini langsung disambut tawa dan menjadi cerita ringan yang makin menguatkan suasana guyub tanpa sekat.

“Yang penting bukan seberapa jauh kita berjalan, tapi seberapa dekat kita kembali sebagai keluarga,” menjadi semangat yang terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini menegaskan bahwa Alste Indonesia bukan sekadar wadah alumni, tetapi juga ruang hidup yang menghubungkan lintas generasi dalam suasana yang hangat, sehat, dan penuh kebersamaan.

Ke depan, Alste Walking Enthusiast diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat solidaritas, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat di kalangan alumni.

Gerakan Santri Menulis 2026 - ALSTE Indonesia Institute

ALSTE Indonesia Dorong Santri Melek Media di GSM ke-32, Siapkan Generasi Kreatif Menuju Indonesia 2045

SEMARANG, suaramerdeka.com – ALSTE Indonesia turut ambil bagian dalam kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) ke-32 tahun 2026 yang diinisiasi oleh Suara Merdeka Network (SMN).

Kegiatan yang digelar sepanjang Ramadan itu menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong santri aktif memproduksi konten media sosial yang edukatif dan inspiratif.

Sekretaris Jenderal ALSTE Indonesia Dewi Nur Cahyaningsih, menyampaikan, kehadiran ALSTE Indonesia dalam GSM merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Hari ini kami hadir sebagai mitra dalam Gerakan Santri Menulis untuk memberikan edukasi terkait media dan sarana viralitas ilmu.

Melalui ALSTE Indonesia Institute, kami ingin membekali para santri dengan kemampuan produksi konten yang bermanfaat,” ujarnya saat pembukaan GSM di Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri Ketileng, Semarang, Sabtu (21/2/2026).

Gerakan Santri Menulis 2026 - ALSTE Indonesia Institute (Opening)
Foto 1. Acara Pembukaan Gerakan Santri Menulis ke-32 bersama dengan Suara Merdeka Network

Ia menjelaskan, ALSTE Indonesia merupakan jejaring alumni SMA Negeri 3 Semarang dengan lintas angkatan, mulai dari alumni tahun 1960-an hingga 2025.
Melalui program ALSTE Indonesia Connection, organisasi ini memiliki jaringan profesional luas yang dapat diberdayakan untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Salah satu wujud kontribusi tersebut adalah keterlibatan dalam GSM yang tahun ini digelar di 18 titik pondok pesantren di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Dewi mengajak para alumni di berbagai wilayah untuk turut ambil bagian selama Ramadan.

“Kami mengajak rekan-rekan alumni di berbagai daerah untuk ikut bergabung dan memberikan kontribusi di bulan Ramadan ini.

Harapannya, kegiatan ini menjadi amal jariyah sekaligus bekal bagi para santri untuk menatap masa depan dan mendukung visi Indonesia 2045,” jelasnya.

Pengenalan ALSTE Indonesia Institute

Foto 2. Penyampaian Materi Bertopik “Media Sarana Viralitas Ilmu” pada Gerakan Santri Menulis ke-32 bersama dengan Suara Merdeka Network

Sementara itu, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan sekaligus Koordinator ALSTE Indonesia Institute, Cahyo Seftyono, menegaskan, kontribusi ALSTE Indonesia berlandaskan pada pengetahuan dan keilmuan.

Melalui bidang Litbang, organisasi ini mengoneksikan akademisi dan praktisi alumni SMA Negeri 3 Semarang yang tersebar di tingkat lokal, nasional, hingga global.

“Momentum ini sejalan dengan harapan kami bahwa kontribusi ALSTE Indonesia harus berbasis ilmu.

Dalam kegiatan produksi konten media ini, kami ingin memperkenalkan bagaimana ilmu, termasuk ilmu keagamaan yang kuat di pesantren, dapat dikemas secara menarik, tidak kaku, dan mudah dinikmati masyarakat luas,” terangnya.

Pada pertemuan perdana, materi yang diberikan meliputi pemanfaatan media sebagai sarana penyebaran ilmu lintas disiplin.
Para santri didorong untuk mampu mengemas pesan keagamaan dan pengetahuan umum menjadi konten kreatif yang dapat dibagikan melalui media sosial.

Ke depan, ALSTE Indonesia berharap kolaborasi dengan tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, melainkan berlanjut dalam program-program terpadu lainnya.

“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan, tidak hanya di pondok pesantren dan tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia,” tegas Cahyo.