SEMARANG, suaramerdeka.com – Musyawarah Nasional (Munas) V Alumni SMA Negeri 3 Semarang (Alste) Indonesia memberikan amanat kepada Kukrit Suryo Wicaksono sebagai Ketua Umum ALSTE Indonesia periode 2025-2028.
Dalam Munas yang berlangsung di Ruang Multimedia SMA 3 tersebut, juga terpilih sebagai Ketua Harian Dipa Yustia Pasa (Alste 2000) dan Sekretaris Umum Dewi Nur (Alste 2013).
Seusai terpilih sebagai ketua umum, Kukrit SW yang merupakan Alste 1993 menyiapkan sejumlah agenda untuk menciptakan keguyuban alumni semua angkatan.
”Ini bukan akhir pencapaian, ini awal perjuangan kita bersama untuk membuat ALSTE Indonesia semakin besar dan solid,” tandas Kukrit yang merupakan CEO Suara Merdeka Network tersebut, Minggu (7/12/2025) sore.
Kukrit menegaskan, Munas ke-5 tersebut dinilai luar biasa karena diikuti alumni SMAN 3 Semarang mulai 1962 hingga 2025.
Dalam sambutannya, Kukrit SW menyampaikan, pernah bertemu Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani.
”Saat menyambut beliau, saya sampaikan, bahwa saya Wakil Ketua Kadin Indonesia. Saya Alste 1993.”
”Begitu saya menyebut kata Alste, Bu Sri Mulyani langsung bertanya, lho Alste ya, Mas. Piye kabare, apa kegiatan Alste? Bu Ani berhenti lama bicara dengan saya hanya karena saya menyebut ALSTE Indonesia,” tuturnya.
Bicara soal ALSTE Indonesia, lanjut Kukrit, ALSTE Indonesia harus solid dan bermanfaat untuk semua. Apa manfaat ALSTE Indonesia?
”Sedulure akeh. Insyaallah usaha apapun jika temannya banyak, maka banyak pula yang nulungi,” ungkap Kukrit.
Ditegaskan, ALSTE Indonesia adalah organsiasi aspirasi. ”Karena itu, di Alste jangan cari kepentingan politik, jangan cari cuan, atau cari proyek, gak ada. Yang ada adalah sedulur, kebersamaan, dan kolaborasi membawa manfaat untuk kita semua,” tegasnya.
Program Kerja

Pada tahun pertama kepengurusannya, Kukrit segera meluncurkan aplikasi Go-Alste yang bisa diakses gratis.
Aplikasi tersebut untuk mengetahui kegiatan seluruh perwakilan generasi Alste.
Selain itu, bisa melihat profil usaha yang dimiliki Alste seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.
”Jaringan Alste jumlahnya 100 ribu lebih. Kita bisa bantu korban musibah bencana di Sumatera misalnya, bisa pakai aplikasi ini,” kata Kukrit.
Selajutnya, Alste di luar juga harus berkibar. BUMN dan Perbankan harus tahu keberadaan ALSTE Indonesia.
Pada tahun kedua, lanjut Kukrit, Alste bisa bikin acara di luar atau event eksternal karena orang sudah mengenal Alste dengan baik.
Ketua panitia, Danang Adi Nugroho mengatakan, Munas ALSTE Indonesia digelar bersamaan dengan Bodjong Festival 2025.
Agenda Munas V ini, juga diisi laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2022-2025.
Acara Munas dihadiri oleh perwakilan seluruh angkatan, perwakilan Alste Wilayah (Yogyakarta dan Jakarta Raya) serta tamu undangan.
Dijelaskan, Alste adalah wadah resmi untuk Alumni SMA Negeri 3 Semarang dari berbagai angkatan.
Bertujuan mempererat kekeluargaan, memfasilitasi pengembangan diri, serta berkontribusi untuk almamater, masyarakat, bangsa, dan negara.
”Organisasi ini bersifat kekeluargaan, independen, non-profit, dan mempersatukan lulusan dari seluruh penjuru dunia dengan semangat almamater yang sama,” tegasnya.








